Beranda
>
>
>
Negara Penyumbang Wisatawan Terbanyak ke Bali dari 2014-2022

Negara Penyumbang Wisatawan Terbanyak ke Bali dari 2014-2022

countries visit bali the most
Daftar Isi
Lebih dari 33 juta wisatawan dari seluruh dunia berkunjung ke Bali dalam rentang waktu 2014-2022. Ketahui negara mana yang menjadi penyumbang wisatawan terbanyak.

Terhitung sejak tahun 2014 hingga 2022, lebih dari 33 juta wisatawan asing dari seluruh dunia mengunjungi Bali untuk mengecap indahnya perpaduan alam, budaya, dan gaya hidup modern di pulau kecil nan indah ini. 

Bali dengan iklim tropisnya, pantai-pantai nan cantik, kultur yang kuat, dan pemandangan yang tak ada duanya, tak ayal membuat Bali menjadi salah satu destinasi pariwisata paling populer di seluruh muka bumi ini. 

Pada artikel ini, kami akan mencoba merinci wisatawan dari negara asing mana yang paling banyak mengunjungi Bali dalam periode tahun 2014-2022, menelusuri apa alasan di balik kecintaan mereka akan Bali, dan apa yang membuat Bali menjadi sangat populer di mata dunia.

10 Negara dengan Jumlah Wisatawan Terbanyak ke Bali dari Tahun 2014-2022

Menurut data yang kami peroleh dari Badan Pusat Statistik Nasional, kami dapat melihat bahwa wisatawan asal 10 negara ini mendominasi pariwisata Bali dalam kurun waktu 8 tahun belakangan ini.

NomorNegaraKunjungan
1.Australia7,378,870
2.Tiongkok6,282,659
3.India1,630,866
4.Jepang1,495,319
5.Inggris1,486,764
6.Amerika Serikat1,274,039
7.Malaysia1,260,026
8.Prancis1,129,143
9.Korea Selatan1,066,359
10.Jerman1,062,419

10 negara dengan jumlah wisatawan terbanyak yang mengunjungi Bali dalam periode 2014-2022 adalah Australia, Tiongkok, India, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Malaysia, Perancis, Korea Selatan, dan Jerman.

Australia menjadi negara dengan penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali, dengan total kunjungan lebih dari 7 juta orang.

Tiongkok dan India berada di urutan ke-2 & 3, dengan masing-masing membukukan lebih dari 6 juta dan 1,6 juta kunjungan ke Bali.

Inggris, Amerika Serikat, Malaysia, Perancis, Korea Selatan, dan Jerman juga mencatatkan jumlah kunjungan wisatawan yang besar dengan variasi jumlah kunjungan antara 1,1 hingga 1,5 juta wisatawan.

Sebuah Pengamatan: Mengapa Mereka Begitu Mencintai Bali?

Jadi, kenapa sih para wisatawan dari negara-negara ini memfavoritkan Bali sedemikian rupa? Mari kita lihat beberapa alasan mengapa Bali begitu populer:

Australia

Wisatawan Australia mengidolakan Bali karena iklim tropisnya, pantai-pantainya yang indah, dan juga atmosfer kehidupan malamnya yang hampir tak pernah padam. Banyak juga di antara mereka yang suka berkunjung ke Bali karena termasuk ke dalam liburan dengan biaya yang terjangkau.

Tiongkok

Kunjungan wisatawan asal Tiongkok termasuk pasar yang bertumbuh sangat pesat. Rata-rata mereka sangat mengagumi pemandangan dan budaya Bali yang tak ada duanya di muka bumi ini. Para wisatawan asal negeri tirai bambu ini juga sangat gemar akan banyak dijualnya pilihan cinderamata dan barang-barang hasil seni yang tergolong unik.

India

Adanya kemiripan dari segi warisan budaya dan spiritual, membuat banyak wisatawan asal India yang kepincut dengan Bali. Kultur Hindu dan Buddha yang dicerminkan dari banyaknya pura dan kuil, memberikan sensasi pengalaman kultural yang tak terlupakan.

Jepang

Para wisatawan Jepang selalu terpikat akan keindahan dan kekayaan alam dan budaya dari Bali. Banyak juga dari mereka yang sangat menikmati iklim tropis dan banyaknya pilihan aktivitas outdoor seperti selancar dan snorkelling yang ada di pulau Dewata ini.

Inggris

Para wisatawan dari Inggris selalu mendambakan hangatnya iklim tropis yang tidak dimiliki negara asalnya. Dengan biaya yang relatif murah (mengingat tingginya nilai tukar mata uang mereka), mereka bisa menikmati gaya hidup digital nomad di Bali. Tidak hanya kaum mudanya, banyak juga wisatawan keluarga dan solo travellers dari Inggris yang datang kemari.


Penafian

Data yang diberikan dalam analisis ini didasarkan pada informasi yang tersedia pada saat penulisan dan mungkin tidak sepenuhnya akurat atau mencerminkan keadaan terkini. 

Data ini tidak dapat diandalkan sebagai sumber informasi yang pasti dan mungkin mengandung kesalahan atau ketidakakuratan. Penting untuk memverifikasi data sebelum mengambil keputusan apapun berdasarkan data tersebut.

Data source:

Armel Theurillat
Marketing Manager di Bali Management Villas